intens.news
Mitra Informasi

Tak Ingin Malu, Sebagian Pelanggar PSBB Bayar Sanksi Denda

0 113

Intens.news, PALEMBANG – Selain sanksi sosial, petugas check point ternyata juga memberikan alternative sanksi administrasi berupa denda Rp100 ribu bagi para pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Palembang. Hukuman ini diberikan sebagai efek jera, agar masyarakat dapat menaati aturan PSBB.

Kepala Bidang Penegak Peraturan Perundang-Undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palembang, Budi Norman, mengatakan dari hasil pemantauan check point pada hari ini, Kamis (28/5/2020), pihaknya mengamankan sebanyak 28 pelanggar.

Dari jumlah tersebut, 7 di antaranya dikenakan tindak pidana ringan (Tipiring) berupa sanksi denda Rp100 ribu. Mereka dianggap melanggar Pasal 28 ayat 1 Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 14 tahun 2020, karena tidak memakai masker saat berkendara.

“Dari 28 pelanggar ini ada 7 pelanggar yang dikenai Tipiring berupa sanksi denda Rp100 ribu. Mereka melanggar pasal 28 ayat 1 (Perwali Nomor 14 tahun 2020), tidak memakai masker dan berboncengan di atas sepeda motor,” ungkap Budi.

Budi bilang, para pelanggar ini setelah terjaring Razia langsung dibawa untuk menjalani sidang. Dalam sidang tipiring, hakim memberikan dua pilihan bagi para pelanggar PSBB, berupa sanksi sosial atau membayar denda.

Sanksi sosial yakni seperti yang sudah diterapkan dalam beberapa hari sebelumnya, yaitu pelanggar diminta untuk menyapu jalan di kawasan Taman Kota Kambang Iwak. Mereka juga diwajibkan memakai rompi orange bertuliskan ‘Pelanggar PSBB’.

Sementara untuk sanksi denda, wajib membayar administrasi Rp100 ribu. Setelah itu, pelanggar langsung dibebaskan, namun tetap diberi peringatan untuk langsung memakai masker.

Adanya alternatif ini, membuat sebagian pelanggar memilih sanksi denda. Mereka merasa malu jika disuruh menyapu jalan. Apalagi, sanksi sosial ini mewajibkan pelanggar memakai rompi orange.

“Kita juga tegas dengan memberikan sanksi dalam bentuk administrasi penahan KTP elektronik. Pemberlakuan sanksi ini tidak lain untuk memberikan efek jera kepada pelanggar,” tegas Budi.

Budi mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di Palembang. Apalagi jumlah kasus Corona di Palembang tergolong cukup tinggi, sudah mencapai ratusan kasus.

“Kami berharap dengan pemberian sanksi ini memberikan efek positif, di mana masyarakat dalam beraktivitas di luar rumah memakai masker dan tidak berboncengan. Patuhilah protokol kesehatan,” imbaunya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More