intens.news
Mitra Informasi

Tak Terima Dituntut 13 Tahun, Dua Sindikat Narkoba Asal Muara Enim Minta Keringanan Hukuman

0 19

Intens.news, PALEMBANG- Dua sindikat narkotika dengan barang bukti 198 gram sabu ini dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Sutanti dengan hukum 13 tahun penjara dan Denda Rp 1 Miliar dengan subsider 6 bulan kurungan di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus secara virtual, Jumat (20/11/2020).

Identitas dua sindikat tersebut ialah Depri dan Riandi. Keduanya merupakan warga asal Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumsel.

Mendengar tuntutan itu, Rizal  kuasa hukum kedua  terdakwa meminta permohonan kepada majelis hakim agar memberikan waktu satu minggu untuk mengajukan pembelaan ( pledoi) supaya hukuman diringankan. Selain itu, dalam persidangan kedua terdakwa meminta keringan pada majelis hakim.

“Saya mohon keringanannya yang mulia, orang tua Saya sudah tua, Saya tulang punggung keluarga dan Saya menyesal,” ujar terdakwa Depri dalam sambungan telekonferensi.

Mendengar permohonan pengajuan pledoi oleh kuasa hukum terdakwa serta permohonan langsung dari terdakwa majelis hakim memberikan waktu satu minggu untuk hal tersebut.

“Baiklah sidang kami tunda minggu depan dengan agenda pembacaan pledoi,” ucap Hakim Ketua Efrata Tarigan sambil menutup persidangan.

Melansir dari laman SIPP PN Palembang, dituliskan jika Depri alis Dep dan Riandi alias Andi melakukan transaksi narkotika pada polisi yang menyamar (undercover) pada bulan Juni 2020 lalu di kawasan Desa Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.

Polisi bergerak setelah mendapat laporan dari masyarakat, jika kedua terdakwa sering melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu.

Dari tangan keduanya petugas dari unit 3 Subdit I Resnarkoba Polda Sumatera Selatan, mendapatkan barang bukti berupa 1 buah amplop warna coklat bersegel lengkap dengan label barang bukti.

Setelah dibuka didalamnya terdapat 2 (dua) bungkus plastik bening masing-masing berisikan kristal-kristal putih dengan berat netto keseluruhan 198,01 gram.

Berdasarkan pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik di laboratorium Forensik No. LAB: 2090/NNF/2020 tanggal 18 Juni 2020, Menyimpulkan bahwa BB 1 seperti tersebut diatas positif metamfetamina yang terdaftar sebagai Golongan I (satu) Nomor Urut 61 Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2020 tentang perubahan penggolongan Narkotika didalam Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas perbuatannya kedua terdakwa diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More