intens.news
Mitra Informasi

Tanah Suci Kembali Dibuka, Arab Saudi Batasi Jemaah Indonesia

0 43

Intens.news, PALEMBANG – Pemerintah Arab Saudi telah memberikan izin kembali untuk masyarakat Indonesia yang hendak melakukan ibadah umrah dan haji di Tanah Suci per 1 November 2020. Namun ada beberapa syarat yang harus dilakukan para jemaah selama melakukan ibadah pada saat pandemi seperti sekarang.

Menurut Sekretaris Jenderal Jaringan Alumni Timur Tengah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Sekjen Kanwil Kemenag) Sumsel, Irawan Takwa, visa keberangkatan haji dan umrah di saat pandemi Covid-19 diterbitkan kedutaan Arab Saudi di Jakarta dibatasi.

” Alhamdulillah, kita (Indonesia) satu dari beberapa negara yang diperbolehkan melakukan ibadah umrah dan haji. Tapi masih ada banyak syarat yang harus dipenuhi jemaah, salah satunya mengenai visa,” ucapnya, saat dihubungi melalui via telepon, Jum’at (30/10/2020).

Menurutnya, rata-rata 700-1.000 visa umrah per harinya. Sedangkan secara global (dunia) kuota visa hanya dikeluarkan 10.000 per hari.

“InsyaAllah, visa umrah akan dibuka kembali per 1 November. Beberapa hal penyesuaian kebijakan pengurusan visa umrah di PPUI. Silahkan mengajukan menifes untuk membuatan visa umrah,” katanya.

Ia pun menjelaskan langkah-langkah pengajuan visa juga tetap sama. Hanya saja, selama pandemi ini sistemnya pesan terlebih dahulu kepada provider request system untuk mendapatkan tanggal keberangkatan, dan pengajuan visa minimal 50 pesanan per grup.

Setelah mendapat kuota visa, maka Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) punya waktu maksimal 24 jam untuk input manifes dan data tiket.

Selain visa yang dibatasi, syarat lain bagi calon jemaah umrah wajib PCR dengan hanya rekanan dari SV, lokasi test PCR di Halim, yang berlaku 72 jam sebelum keberangkatan.

Selanjutnya, wajib bagi BRN hotel dan transportasi darat dari system Kementerian. Bus diisi maksimal 20 pax dan hanya hotel bintang 4 dan 5 saja yang diperbolehkan.

Sedangkan hotel bintang 3 yang selama ini dipakai biro perjalanan tidak berlaku dan harus pindah hotel sesuai yang direkomendasikan pemerintah Arab Saudi. Irawan Takwa juga menyebutkan adanya penambahan biaya tax 30 persen.

Saat jemaah landing di Saudi, maka wajib masuk karantina 3 hari di Jeddah atau di Madinah. Selajutnya, muassasah akan menyiapkan 1 orang Muthawwif (asli Saudi) utk per 50 pax, dan akan ikut selama program itinerary bersama jamaah (ikut di bus).

Ia juga menututkan bahwa jemaaah hanya diperkenan satu kali melaksanakan umrah. Sementara dibebaskan untuk shalat 5 waktu di Masjidil Haram.

Terkait batasan usia, Pemerintah Arab Saudi tidak ada Negoisasi. Lantaran ini untuk pencegahaan virus covid-19 baik untuk para jamaah maupun masyarakat di negaranya. “Jadi tetap ya usia yang diperbolehkan hanya 18-50 tahun,” ucapnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More