intens.news
Mitra Informasi

Telur Ayam Tembus Rp25 Ribu per Kilogram

0 46

Intens.news, OGAN ILIR – Memasuki pekan kedua Februari 2021, harga sembilan bahan pokok (Sembako) di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mulai mengalami kenaikan. Meski tidak terlalu tinggi, kenaikan ini cukup dirasakan masyarakat.

Aisyah, salah satu warga Pemulutan Ulu mengatakan, harga Sembako yang mengalami kenaikan yakni Telur Ayam dan Gandum. Sebelumnya, harga Telur Rp24 ribu, sekarang menjadi Rp25 ribu per kilogram. Sementara harga gandum, dari harga Rp11,5 ribu menjadi Rp12 ribu.

“Yang terasa itu Telur. Kalau gandum kan bervariasi. Ada juga yang murah, hanya Rp6 ribu,” katanya, Senin (15/2/2021).

Dia berharap, kepada pemerintah untuk memperbanyak suplai Telur, supaya harga di pasaran tidak terlalu tinggi. “Kalau tidak adak lauk kan pasti larinya ke Telur. Kita berharap agar Telur ini dapat disubsidi juga, kalau bisa,” harapnya.

Pir, pedagang Sembako di Pasar mingguan atau Kalangan, mengatakan, secara keseluruhan harga sembako sejatinya masih normal. “Cuma sebagian yang naik, itu pun baru beberapa hari,” katanya.

Di Palembang, harga Sembako pun mulai berangsur naik. Hal tersebut sangat dirasakan oleh pedagang manisan. Di mana, salah satu kebutuhan yang naik di antaranya ialah Telur dan Mie Instan.

“Kami selaku agen sangat bingung untuk memberikan harga-harga kepada pembeli, mereka taunya harga tidak ada yang naik. Sedangkan kami selaku agen harus bagaiman lagi, harga dari distributor sudah mengalami kenaikan,” ujar Amrina, pemilik agen manisan di kawasan Jalan Banten.

Salah satu agen kawasan Jalan Banten. (Photo: Kiki Nardance)

Amrina mengatakan, untuk saat ini bahan pokok yang naik seperti Mie Instan, Telor, Minyak Sayur dan Gandum. Telur yang sebelumnya Rp18 ribu per kilogram, naik menjadi Rp23 ribu. Mie Instan dari Rp2,5 ribu sekarang menjadi Rp2,7 per bungkus.

“Bukan hanya pembeli, penjual pun bingung. Disaat seperti ini, kita lagi dilanda virus corona, ekonomi tidak stabil, harga-harga sembako mulai merangka naik,” ucapnya.

Di Pagar Alam, Kenaikan Sembako tidak Signifikan

Sementara itu, di Pagar Alam harga Sembako justru terpantau normal. Berdasarkan pengawasan barang dan jasa terhadap sejumlah jenis kebutuhan bahan pokok, yang dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM dan PP) disejumlah pasar, baik pasar modern maupun tradisional, masih terpantau aman.

Namun pantauan Intens.news di lapangan, meskipun tidak terlalu signifikan harga minyak goreng curah yang sebelumnya Rp12 ribu per liter kini naik sebesar Rp200, menjadi Rp12,2 ribu per liter.

Sedangkan gula pasir lokal berkisar rata-rata harga Rp12,25 per kilogram. Sedangkan kemasan bermerek sekitar Rp14 ribu per kilogram. Untuk beras Rp10 ribu hingga Rp11 ribu per kilogram.

“Sampai saat ini masih aman,dan belum ada gejolak begitu juga dengan pasokan dari luar juga masih lancar,” ucap Wati, pedagang manisan di kawasan pasar Terminal Nendagung.

Toko Sembako Pasar Terminal Nendagung. (Photo: Delta Handoko)

Menurut Kasi Bina Pasar dan UKM Disperindagkop Kota Pagar Alam Endang Diyah bahwa kondisi kebutuhan pokok, harga masih terbilang normal. “Sayuran juga masih normal, seperti bawang merah dan bawang  putih. Berbeda dengan cabai merah, yang merangkak naik sejak sepekan terakhir,” jelasnya.

Ia mengatakan, begitu pun dengan harga daging, seperti ikan, ayam dan sapi juga terbilang normal dan cukup ketersediannya untuk memenuhi permintaan pasar.

“Kendati masih di tengah pandemi, pengawasan pasar terus kita lakukan, dengan melihat langsung ke sejumlah pasar baik pasar modern maupun pasar tradisional, kondisinya masih aman dan ketersediannya pun cukup,” terangnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More