intens.news
Mitra Informasi

Terbukti tidak Memiliki Izin Sanitasi, Resto XO Suki Dilaporkan

0 110

Intens.news, PALEMBANG – Komisi IV DPRD Palembang menggelar mediasi terkait laporan AA Hari Afriansyah, dengan teradu XO Suki Dimsum di Palembang Trade Center, dengan dugaan makanan khas korea tersebut bercampur Belatung, Selasa (25/02/2020), di ruang rapat Komisi IV DPRD Palembang.

Dikatakan Hari Afriansyah, pada 23 Januari 2020, dirinya mengajak keluarganya untuk makan di resto XO Suki Dimsum PTC. Ketika itu di mangkok istrinya terdapat belatung disajikan pelayan mengapung di kuah santapannya.

“Khawatir ada apa-apa karena istri saya sedang hamil ngidam makan Suki, maka saya melaporkan ke pelayanan dan langsung meminta pertangungjawaban. Kita bertahan dan diganti,” kata Hari.

Ia menceritakan, jika dirinya sempat memanggil pelayan menanyakan supervisor atau manager resto, namun sedang tidak ada di tempat.

“Setelah kejadian itu memang ada komunikasi antara saya dan pihak resto, namun kita merasa belum puas dengan nilai pergantian yang ditawarkan. Ditambah lagi setelah kita cek restoran ini belum mengantongi izin sanitasi dari instansi terkait, jadi kita sedikit mempertanyakan higeinitas restoran korea ternama ini,” ujar dia.

Ia menambahkan, agar Komisi IV bisa menelaah kasus ini lebih dalam tidak lain kasus ini tidak terjadi kepasa pihak lain. “Makanan berbelatung pada XO suki takutnya akan berdampak pada kesehatan,” terangnya.

Lalu Wakil Ketua Komisi IV Sutami Ismail menanyakan, kepada Dinas Kesehatan apakah XO Suki Dimsum memiliki rekomendasi hal Makanan Higienis.

Kabid kesehatan Dinas Kesehatan Palembang Heni Mardiani, mangatakan, surat rekomendasi dalam hal kesehatan makanan XO Suki Dimsum belum memiliki rekom tersebut. “XO Dimsum tidak pernah mengajukan rekomendasi makanan higienis atau sanitasi kepada Dinkes Palevang melalui DPMPSTP,” katanya.

Sementara itu penasehat hukum resto XO Suki Dimsum, Titis Rahmawati, mengatakan sebenarnya menyayangkan masalah ini bisa sampai ke Komisi IV. Sebenarnya permasalahan ini sudah proses etikad baik resto XO SUKI dan telah ada negosiasi.

“Dari kejadian itu pihak korban telah mensomasi Resto dan kita tanggapi dengan baik dan menawarkan pergantian kerugian korban, namun korban sepertinya kurang puas dengan nominal pergantian yang kita tawarkan, ditambah lagi dengan tuntutan belum ada izin sanitasi, jadi kita tidak bisa komentar karena itu hak korban,” terangnya.

Kalau berkaca dari hukum sesuai peraturan Perda kota Palembang tentang proses izin sanitasi, memang pihak pengusaha restoran bisa mengoperasikan usahanya sembari proses perizinan berjalan, dan itu tidak menyalahi aturan.

“Untuk proses penyajian pun resto XO Suki sudah melakukan sesuai standar SOP. Resto ini ternama jadi selalu mengedepankan standar pelayanan yang baik, ” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Palembang, Sutami Ismail, yang juga pimpinan rapat menegaskan kita menerima laporan adanya kejadian ini yang meminta pendapat kita untuk menengahi hal ini.

“Rekomendasi dewan di selesaikan secara arif dan bijaksana XO Suki Dimsum, serta OPD pelayanan Pemkot Palembang harus lebih jeli dan mkasimal dalam melakukan pengawasan,” terangnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More