intens.news
Mitra Informasi

Terdakwa Pembunuhan Karyawan BPKAD Dituntut 15 Tahun Penjara

0 26

Intens.news, PALEMBANG- Priamous terdakwa yang diduga telah melakukan pembunuhan terhadap kawan sekantornya Yoga di Kantor BPKAD Sumsel akhirnya kembali dipersidangkan  dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Kota Palembang. Selasa (1/9/2020). 

Dalam pembacaan tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ajie Martha, terdakwa Priamous dituntut dengan pasal 340 yakni tentang pembunuhan berencana dengan hukuman 15 tahun kurungan.

Mendengar  tuntutan tersebut kuasa hukum terdakwa Daud dan Syafrizal meminta waktu satu minggu kepada Ketua Majelis Hakim Paul Marpaul  untuk mengajukan pembelaan atau pledoi.

Dengan demikian majelis hakim pun menerima dengan syarat apabila minggu depan pembelaan  belum siap maka  akan dilangsungkan pembacaan vonis.

Terpisah, Kuasa Hukum Terdakwa Daud menyatakan, tidak terima atas tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum Ajie Martha terhadap kliennya tersebut.

“Tidak terima, karena pasal yang diberikan itu tidak sesuai dengan perbuatan terdakwa dan saat melakukan pembunuhan korban juga masih sempat melawan dan dibawa ke Rumah Sakit bukan meninggal ditempat,” terangnya usai persidangan.

Bukan hanya itu menurutnya terdakwa seharusnya divonis dengan pasal 338 atau 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 6 sampai 7 tahun penjara.

Dengan demikian langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihaknya ialah menyusun pembelaan secara tertulis untuk dibacakan minggu depan dihadapan ketua majelis hakim.

Diberitakan sebelumnya Meili Agustina, istri terdakwa Priamos  pelaku pembunuhan  teman sekantornya di perusahaan BPKAD Sumsel  akhirnya menjadi saksi di persidangan kali ini dengan agenda mendengarkan Keterangan saksi di ruang  sidang Cakra Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Kota Palembang. Rabu (5/8/2020).

Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Paul S.H, Meili mengaku tidak melihat secara langsung saat kejadian itu. Namun ia mengaku sempat melihat pisau di samping korban.

“Saya waktu itu tidak melihat kejadian pak karena saya sedang berada di wc tapi saya memang melihat ada pisau disamping korban,” terangnya dihadapan majelis hakim.

Namun jika ditanya mengenai pernah melihat pisau tersebut sebelum kejadian, ia mengaku tidak pernah melihatnya. “Saya gak tau suami saya beli pisau itu darimana dan dirumah pun gak pernah ada pisau tersebut,” jelasnya.

Bukan hanya itu menurutnya suaminya melakukan hal tersebut karena cemburu terhadap korban Yoga.

Sebelumnya juga, dari pengakuan sang istri di hadapan majelis hakim pelaku sempat mendatangi rumah korban  seminggu sebelum kejadian untuk memperingati sikapnya terhadap istri pelaku. Namun tidak digubris oleh pelaku.

“Sempat datang kerumah untuk ngobrol baik-baik tapi setelah ngobrol tersebut keesokan harinya malah menggoda saya dengan nyanyi Jadikan aku yang kedua,” tuturnya. Dipersidangan ini juga dihadirkan 3 orang saksi yang merupakan teman sekantor dari pelaku dan terdakwa.  Setelah mendengar keterangan dari empat saksi tersebut sidang pun ditunda minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang  meringankan.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More