intens.news
Mitra Informasi

Terdakwa Toad Akui Lakukan Penyimpangan Dana Pagar Kuburan di Pagar Alam

0 24

Intens.news, PALEMBANG – Sidang perkara dugaan korupsi pembangunan pagar makam kota Pagar Alam masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Kota Palembang.

Sidang yang diketuai Adi Prasetya ini beragendakan mendengarkan keterangan  empat orang saksi yang dihadirkan secara virtual, Rabu (21/10/2020).

Satu diantaranya yakni Muhammad Toad  yang merupakan terdakwa baru dalam perkara pagar makam ini.

Toad dihadirkan untuk dimintai keterangan keterkaitannya dengan kedua terdakwa yakni  mantan Kadinsos Pagaralam H Sukman selaku pengguna anggaran di lingkup pemerintah daerah Kota Pagar Alam Tahun Anggaran 2017 dan terdakwa Dolly Hyrven Selaku Pejabat Pelaksana Teknis kegiatan proyek.

Dihadapan majelis hakim, saksi Toad  juga  mengaku sebagai pelaksana pekerjaan lima paket proyek pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana pemakaman pada Dinas Sosial Kota Pagar Alam Tahun Anggaran 2017.

Mulanya, Saat dicecar berbagai macam pertanyaan oleh majelis hakim yang terkait dengan pekerjaan fisik lima paket proyek pembangunan, saksi Toad terkesan berbohong.

Namun, akhirnya saksi Toad mengakui bahwa dalam hal pengerjaan pembangunan fisik proyek itu banyak yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) salah satunya markup harga serta tidak sesuai volume.

“Ya pak hakim, dalam pengerjaan proyek itu tidak sesuai dengan RABnya sudah dikurangi volume dan kuantitas proyek, contohnya pengadaan pipa yang kualitasnya dan harganya jauh dibawah standarnya pak,” ungkap Saksi Toad setelah dicecar hakim.

Termasuk diantaranya yakni saksi Toad mengakui terhadap lima CV yang diajukannya dalam pengerjaan proyek itu, dihadapan hakim dirinya juga mengatakan memalsukan tanda tangan perjanjian kontrak atas nama direktur masing-masing CV.

Sontak, hakim Adi Prasetya sedikit geram dikarenakan saksi Toad terkesan berbohong dan menutupi fakta-fakta yang banyak tidak sesuai dengan BAP terdakwa.

“Saudara saksi sudah dibawah sumpah ya, jika kami dapati saudara berbohong akan tau sendiri resikonya”. Tegas Adi.

Ditemui usai sidang, Arif Budiman dan Dwi Wijayanti selaku penasihat hukum kedua terdakwa mengatakan sebagaimana keterangan saksi-saksi yang dihadirkan pada persidangan itu mengungkap fakta-fakta adanya kejanggalan dalam pengerjaan proyek.

“Seperti yang kita lihat dan dengarkan tadi terutamanya saksi Toad mengakui adanya manipulasi data seperti perjanjian kontrak yang ternyata ditanda tanganinya sendiri meskipun berdalih telah mendapat izin dari direktur masing-masing CV,” kata Arif.

Untuk itu, dirinya berharap majelis hakim dapat jeli melihat fakta-fakta dari keterangan saksi-saksi untuk menjadi bahan pertimbangan majelis hakim dalam mengungkap perkara ini.

Oleh majelis hakim, sidang kembali ditunda dan akan dilanjutkan pada persidangan Rabu pekan depan dengan agenda masih menghadirkan saksi-saksi.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More