intens.news
Mitra Informasi

Terkait Aliran Dana 16 Proyek Muara Enim, Jaksa KPK: Jika Terbukti Menerima Bisa Jadi Tersangka

0 46

Intens.news, PALEMBANG- Sebanyak enam orang saksi anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dihadirkan jaksa KPK RI dalam mengungkap peran dari para terdakwa atas aliran dana dalam kasus tipikor atas dugaan suap fee 16 paket proyek di Kabupaten Muara Enim. Yang menjerat mantan ketua DPRD Aries HB dan mantan Kadis PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi di ruang sidang tipikor, Selasa (24/112020).

Dihadapan majelis hakim Tipikor Palembang di ketuai Erma Suharti SH MH. Salah satu saksi yakni Kasman yang pada persidangan sebelumnya sering disebut oleh beberapa saksi anggota bahwasanya informasi tentang adanya bagi-bagi aliran dana atau fee proyek adalah bermula dari saksi Kasman.

“Memang benar pak informasi akan adanya bagi-bagi fee proyek itu ada pernah Saya sampaikan kepada beberapa anggota dewan saat itu, namun Saya lupa informasi itu dari siapa,” ungkap saksi Kasman.

Mengenai pernyataan yang diungkapkan oleh saksi Kasman itu, Jaksa KPK Rickhy ditemui disela skorsing sidang mengatakan, bahwa saksi Kasman dihadirkan kapasitasnya mengungkap informasi awal akan adanya pembagian fee yang disebut bermula dari apa yang dikatakan oleh salah satu terdakwa Aries HB.

“Untuk itulah Kasman kita hadirkan, memang didalam dakwaan juga Kasman tidak termasuk didalam anggota dewan yang turut serta menerima sejumlah dana dari fee proyek,” kata Rickhy.

Sementara itu, hingga saat ini sudah ada puluhan yang dihadirkan sebagai saksi termasuk 25 anggota DPRD, JPU KPK masih fokus pada pembuktian untuk kedua terdakwa, kesemuanya dihadirkan guna mengungkapkan fakta yang sebenarnya.

Selain mendalami peran masing-masing terdakwa, Rickhy menjelaskan juga terhadap saksi-saksi yang dihadirkan yang disinyalir turut serta menerima sejumlah aliran dana, jika memang memenuhi unsur tindak pidana juga akan ditetapkan sebagai tersangka.

“Ya memang tidak menutup kemungkinan saksi-saksi yang telah dihadirkan yang disinyalir mendapat jatah dana, jika terbukti melanggar unsur pidana serta didukung alat bukti yang kuat ya bisa saja dinaikkan statusnya menajadi tersangka namun tergantung nanti pada hasil persidangan ini,” ungkap Rickhy.

JPU KPK masih akan memanggil beberapa saksi lagi pada persidangan Selasa pekan depan, termasuk beberapa anggota DPRD lagi untuk dimintai keterangan guna menggali fakta sebenarnya terhadap jerat hukum yang saat ini dialami oleh kedua terdakwa.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More