intens.news
Mitra Informasi

Terkait Suap 16 Proyek di Muara Enim, Fakta Persidangan Ada Uang Ketuk Palu

0 280

Intens.news, PALEMBANG – Dalam perkara kasus suap 16 paket proyek di Kabupaten Muara Enim yang melibatkan mantan Ketua DPRD Aries HB dan mantan Kadis PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi, Jaksa Penuntut Umum ( JPU) KPK Rickhy menyatakan bahwa dari enam saksi yang dihadirkan tadi, mengungkap fakta baru dalam permasalahan ini.

Menurutnya, dalam keterangan enam orang saksi yang pihaknya hadirkan terungkap adanya uang ketuk palu untuk anggota DPRD yang dijanjikan oleh terdakwa Ramlan Suryadi.

“Kami menghadirkan saksi enam anggota DPRD lagi yang mana nama-namanya disebut oleh saksi-saksi sebelumnya menerima uang atau dana aspirasi dari dinas PUPR yang bersumber dari Robi Okta. Dari keterangan saksi Eksa Hariawan tadi bahwa dia membenarkan bahwa ada uang ketuk palu untuk anggota dewan dari terdakwa Ramlan Suryadi,” ujar Ricky saat scorsing sidang, Selasa(1/12/2020).

Ricky menambahkan, dari keterangan saksi satunya yakni Fitrianzah anggota DPRD aktif sempat menyangkal telah menerima sejumlah uang. Namun saat pihaknya menunjukan bukti percakapan WhatsApp dirinya dengan Ramlan Suryadi, terungkap juga adanya permintaan uang dengan kode Obat kepada Dinas PUPR.

“Tadi dalam keterangannya saksi Fitrianzah anggota DPRD aktif sempat menyangkal telah menerima sejumlah uang, akan tetapi setelah kita tunjukan bukti percakapan chat WhatsApp terungkap bahwa ada permintaan uang dengan kode obat dari yang bersangkutan kepada dinas PUPR,” jelasnya.

Ditanya banyaknya saksi anggota DPRD yang tidak mengakui menerima aliran dana tersebut, Ricky mengatakan, itu hak dari pada saksi namun pihaknya akan menyimpulkan dari keterangan saksi-saksi sebelumnya yang telah mengakui menerima aliran dana.

“Silahkan saja itu hak mereka, akan tetapi kami akan singkronkan dengan keterangan saksi-saksi yang sebelumnya sudah mengakui menerima aliran dana terbukti sekarang terungkap adanya uang ketuk palu dan permintaan uang dengan kode obat,” katanya.

Disinggung apakah akan ada tersangka baru?. Ricky menjelaskan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru. Namun pihaknya hingga saat ini masih fokus dengan perkara dua terdakwa Aries HB dan Ramlan Suryadi.

Diberitakan sebelumnya, Sidang kasus dugaan suap fee 16 paket proyek yang menjerat mantan ketua DPRD Ariea HB dan mantan Kadis PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi masih terus bergulir di Pengadilan Tindak Pidan Korupsi (Tipikor) Palembang siang ini Selasa (1/12).

Sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Erma Suharti ini masih beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) KPK.

Untuk mengungkap keterlibatan pihak lain dan kemana saja suap fee 16 paket proyek itu mengalir, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghadir enam orang anggota DPRD Muara Enim.

Enam saksi dari anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, yang dihadirkan dipersidangan yakni, Eksa Hariawan, Fitrianzah, Irul, Ishak Joharsah, Mardiansah dan Marsito.

Kami menghadirkan saksi enam anggota DPRD lagi yang mana nama – namanya disebut oleh saksi – saksi sebelumnya menerima uang atau dana aspirasi dari dinas PUPR yang bersumber dari Robi Okta. Dari keterangan saksi Eksa Hariawan tadi bahwa dia membenarkan bahwa ada uang ketuk palu untuk anggota dewan dari terdakwa Ramlan Suryadi,” ujar Ricky saat scorsing sidang.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More