intens.news
Mitra Informasi

Terkait Suap 16 Proyek,  JPU KPK Hadirkan Enam Anggota Aktif  DPRD Muara Enim

0 56

Intens.news, PALEMBANG – Terkait kasus korupsi dugaan suap yang menjerat dua terdakwa mantan ketua DPRD Muara Enim Aries HB dan mantan Plt Kadis PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi masih terus bergulir di ruang sidang Pengadilan Tipikor Klas 1 A Khusus, Selasa (24/11/2020). 

Sidang yang dipimpin Hakim ketua ERMA Suharti  ini masih beragendakan mendengarkan  keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum ( JPU) KPK RI.

Tim JPU KPK RI kali ini menghadirkan enam orang saksi yang merupakan  masih anggota aktif   DPRD Kab Muara Enim yaitu Kasma, Muhardi, Ahmad Fauzi, Piardi, dan Agus Firmansyah.

“Sementara atas nama Daraini merupakan mantan anggota DPRD periode 2014-2019, kesemuanya dihadirkan atas dugaan menerima sejumlah aliran dana atau fee 16 proyek dana aspirasi anggota dewan tahun anggaran 2019,” kata salah satu jaksa KPK RI M. Ridwan SH MH ditemui sebelum sidang dimulai.

Sebagai informasi saat ini, Jaksa KPK RI telah menghadirkan sebanyak 25 orang saksi dari Anggota DPRD periode 2014-2019 sebagaimana yang terdapat didalam dakwaan kedua terdakwa.

“Untuk selanjutnya kemungkinan rencananya masih tetap akan kita hadirkan beberapa orang saksi lagi namun masih akan kita lihat perkembangan sidang nanti,” ungkap Ridwan.

Hingga berita ini diturunkan persidangan baru dimulai, satu persatu saksi yang dihadirkan akan memberikan kesaksian terkait kasus tersebut.

Untuk diketahui kasus ini adalah pengembangan kasus lanjutan sebelumnya dimana Majelis Hakim Tipikor Palembang telah memvonis tiga orang terpidana yakni Bupati Nonaktif Muara Enim Ahmad Yani, Kadis PUPR Muara Enim Elfin MZ Muchtar serta penyuap Kontraktor Proyek Robby Okta Fahlevi yang saat ini menjalani hukuman di Rutan Klas 1A Pakjo Palembang.

Dalam perkara ini Ahmad Yani selaku Bupati Muara Enim yang menjabat saat kasus ini terjadi telah divonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang dengan hukuman pidana 5 tahun penjara.

Sedangkan A Elvin MZ Muchtar yang ketika kasus ini terjadi menjabat sebagai Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Muara Enim divonis Hakim 4 tahun penjara. Kemudian, Robi Okta Fahlefi selaku kontraktor yang memberikan uang suap juga telah divonis Hakim dengan hukuman pidana 3 tahun penjara.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More