intens.news
Mitra Informasi

Teryata Katarak dapat Terjadi Pada Anak Baru Lahir, Kenali Penyebabnya

0 25

Intens.news, PALEMBANG – Dokter Riani Erna konsultan bedah plastik, okulopasti, dan onkologi Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang mengatakan, Selama ini orang awam mungkin hanya tahu kalau katarak sering terjadi pada lansia. Ternyata katarak juga dapat terjadi pada bayi ataupun anak-anak.

“Dalam dunia medis katarak yang di alami pada anak bayi ini disebut dengan katarak kongenital. Jika terjadi pada bayi anak-anak, katarak bisa menyebabkan risiko berbahaya,” jelasnya, Jum’at (23/10/2020).

Riani menambahkan, bayi yang normal akan lahir dengan lensa mata yang bening dan transparan. pada beberapa kasus bayi lahir dengan kondisi lensa berwarna putih susu dan membuat mereka kesulitan melihat.

“Inilah yang dikatakannya kondisi katarak pada bayi. Kondisi atau tanda dan gejalanya sama dengan katarak pada orang dewasa, hanya saja ini terjadi pada bayi dan anak-anak” bebernya.

Ia mengatakan, katarak pada masa kanak-kanak ada 2 jenisnya. Tergantung dengan kapan katarak itu muncul “Katarak kongenital,katarak muncul saat bayi lahir atau tidak lama setelah lahir. Katarak infantil, katarak yang didiagnosis pada bayi yang lebih tua atau anak-anak” ungkapnya.

Ia menerangkan katarak kongenital dapat terjadi pada bayi baru lahir karena berbagai alasan. Mulai dari genetik, cacat bawaan, infeksi, masalah metabolisme, diabetes, trauma, peradangan atau reaksi obat.

“Bisa terjadi jika selama kehamilan Moms mengalami infeksi seperti campak atau rubella, rubeola, cacar air, cytomegalovirus, herpes simpleks, herpes zoster, poliomielitis, influenza, virus epstein-barr, sifilis dan toksoplasmosis” tandasnya

Gejala katarak yang dialami oleh bayi bisa terjadi pada salah satu bola mata atau keduanya sekaligus. Ketika bayi Moms masih sangat muda, mungkin sulit untuk menemukan tanda-tanda katarak.

“Bagian mata yang hitam atau pupil berubah menjadi warna abu-abu atau putih kekuningan. Saat Moms memfoto bayi, warna matanya akan terlihat berbeda. Gerakan mata yang cepat. Katarak juga dapat menyebabkan mata yang goyah dan mata juling di mana mata menunjuk ke arah yang berbeda,” ungkap Riani.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More