intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Tim Hadroh MTsN 1 Palembang Ukir Prestasi di Olimpiade Santi

0 23

Intens.news, PALEMBANG – Ekskul hadroh MTsN 1 Palembang kembali ukir prestasi, . pada Olimpiade Santri yang digelar Yayasan Islam Al-Fahd Jakabaring Palembang, Sabtu (23/11/2019 ) lalu.

Tim hadroh MTs Negeri 1 Kota Palembang berhasil meraih juara 2. Olimpiade memperebutkan piala Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru. Selain piala, pemenang juga menerima piagam dan uang pembinaan.

Pembina hadroh Ermawati  mengatakan, pihaknya memang sudah merasa optimis anaknya bakal menang. karena berdasarkan pantauan saat lomba mereka benar-benar tampil maksimal. Selain itu, siswanya pun sangat serius berlatih jelang lomba. “Para penonton memuji kepiwaian mereka. “Bukan memuji sendiri tapi penilaian dari masyarakat,” katanya

Dijelaskan, hadroh MTsN 1 Palembang telah dibentuk sejak tahun 2017 lalu, yang sebelumnya bernama Marawis. Karena banyaknya lomba hadroh di berbagai tempat, maka marawis diganti nama menjadi hadroh.

“Dulunya marawis,” ujarnya. Dia bersyukur karena personilnya giat berlatih bukan hanya saat akan lomba tapi juga rutin di jam ekskul mereka.

Hadroh MTsN 1 Palembang beranggotakan 13 orang. 4 vokalis dan 9 lainya pemain musik. Mereka adalah Gusti, M. Raihan, Farhan, Putra, Rafi, Rafli, Raihan, Aril, Maulidi, Fawwaz, Tegar, Aqiyas dan Aditya.

Erma berharap kesenian Islam ini akan terus lestari sebagai bagian dari kegiiatan syi’ar Islam melalui lagu-lagu shalawat. “Sehingga, melembutkan hati setiap yang mendengarkan. Terlebih, dia berharap kepada personilnya menjadi generasi yang berakhlak mulia dan melalui hadroh tersebut membentuk pribadi teladan,” katanya.

Sementara, wakil kepala bidang kesiswaan Asnani mengatakan, hadroh adalah salah satu ekskul seni yang diandalkan. Karena bukan hanya tampil saat lomba namun juga diminta mengisi acara penting di Palembang. “Alhamdulilah hadroh MTsN 1 Palembang sudah dikenal,” ujarnya.

Ia berharap agar prestasi itu jangan putus sebatas di tingkat madrasahnya namun terus dikembangkan jika perlu menjadi nilai jual di masyarakat. “Kami harap mereka akan menjadi generasi religius di masa depannya,” tukasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More