intens.news
Mitra Informasi

TNI AU Buat Sistem Tata Kelola Bandara Jadi Komersil

0 87

Intens.news, PALEMBANG – TNI Angkatan Udara bakal membuat sistem tata kelola bandara komersil untuk mencegah potensi bahaya dan kecelakaan di area vital negara tersebut.

Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Kolonel Pnb Firman Wirayuda mengatakan, sebagai tahapan awal, pihaknya akan menyerap aspirasi dari banyak pihak agar sistem yang nantinya digunakan ini tetap meningkatkan bisnis jasa transportasi udara.

“Intinya TNI AU akan membuat sistem yang nantinya bakal digunakan seluruh stakeholder,” kata dia, Rabu (12/2/2020).

Ia mengatakan, sistem ini sangat penting karena selama ini diakui tidak ada aturan pelaksana yang cukup detail hingga ke tingkat tataran terendah. Ternyata, banyak aturan yang belum ada terkait peran Angkasa Pura sebagai pengelola pangkalan udara bersama TNI AU.

“Otomatis dengan tidak adanya software, ada potensi bahaya dan kecelakaan,” kata dia.

Untuk itu, sistem ini dirasa sangat penting dalam mengawal kerja Angkasa Pura (AP) II dengan tentunya tidak mengesampingkan pertahanan dan keamanan negara.

Awalnya semua Pangkalan Udara (Lanud) diserahkan ke TNI AU, lalu ada peminjaman Lanud untuk keperluan komersial oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, yang lalu menyerahkan pengelolaannya ke AP II.

Namun, meski belum ada sistemnya, ia memastikan sejauh ini tidak ada tumpang tindih kewenangan antara dua lembaga tersebut, karena negara sudah mengatur TNI berada di wilayah pertahanan udara, sementara Kementerian Perhubungan pada wilayah lingkungan kerja.

Sedangkan di tempat yang sama, General Manajer AP II Bandara SMB II Fahroji mengatakan pihaknya secara aktif memberikan masukan ke TNI AU terkait pembuatan sistem aturan pelaksana kerja di bandara ini. “Pada prinsipnya kami siap berkoodinasi dan bersinergi,” terangnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More