intens.news
Mitra Informasi

Tolak Jualkan Handphone, Yusi Ditikam dari Belakang saat Buang Air Kecil

0 36

Intens.news, PALEMBANG – Hanya karena tidak mau disuruh menjualkan handphone, seorang pengamen jalanan, Yusi Andriono (26), dianiaya menggunakan senjata tajam hingga mengalami tiga luka tusuk di bagian punggung dan pinggangnya. Pelaku ialah EG, yang tidak lain adalah teman korban.

Kepada petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, korban mengungkapkan kejadian tersebut terjadi di Lorong Garuda 2, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I  Palembang, Selasa (12/1/2021) pukul 05.00 WIB, saat ia ingin pergi mengamen dan bertemu pelaku.

“Saya diajak pelaku terlebih dahulu nongkrong di TKP, sambil mengobrol,” ujar Yusi, warga Jalan SH Wardoyo, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Selasa (12/1/2021).

Kemudian pelaku meminta korban untuk menjualkan handphone yang dibawa pelaku. Namun, korban tidak mau menjual handphone pelaku karena takut bermasalah di kemudian hari. Dia meyakini, handphone tersebut bukan milik pelaku.

Setelah menolak permintaan pelaku, korban kemudian buang air kecil tidak jauh dari TKP. Diduga sakit hati, pelaku yang marah melampiaskan emosinya.

“Saat saya sedang buang air kecil pelaku dari belakang langsung menyerang menggunakan pisau dan menusuk punggung saya dua kali dan pinggang satu kali,” katanya.

Melihat korban bersimbah darah, pelaku kemudian melarikan diri. “Warga langsung menolong saya dan membawa saya ke RS terdekat. Setelah keadaan pulih saya langsung melaporkan pelaku,” bebernya.

Ia berharap agar pelaku dapat bertanggung jawa atas perbuatannya. “Saya mengalami sakit dibagian punggung dan pinggang, saya berharap dia dapat bertanggung jawab,” tutupnya.

Sementara itu laporan penganiayaan korban sudah diterima anggota piket SPKT Polrestabes Palembang, untuk dilanjutkan ke Unit Reskrim.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More