intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Tukang Ojek di Muara Enim Ditemukan Tewas di Kebun Karet

0 5.658

Intens.news, MUARA ENIM – Diduga karena menenggak minum-minuman keras jenis tuak, seorang tukang ojek ditemukan tewas di sebuah kebun karet milik warga di Desa Ujan Mas Baru, Kecamatan Ujan Mas.

Mayat tersebut diketahui bernama, Edi Idris (36), warga Dusun VI Desa Ujan Mas Baru, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim.

Kapolres Muara Enim AKBP. Afner Juwono melalui Kapolsek Gunung Megang, AKP Feryanto menerangkan, penemuan mayat tersebut diketahui oleh warga pada hari Jumat 04 Oktober 2019 sekira jam 05.30 Wib.

Menurut keterangan dari saksi-saksi yang tak lain teman korban, yaitu Desi (17) warga Desa Sakajaya, Kecamatan Muara Enim, bahwa mereka pada hari Kamis 03 Oktober 2019 sekira pukul 23.00 wib bersama korban dan satu orang temannya Susanto (21) berbonceng tiga dari desa Ujan Mas Baru untuk membeli minuman keras berupa tuak sebanyak 1 botol.

“Korban ini tewas dugaan sementara minum-minuman keras jenis tuak bersama dua orang temannya. Mereka meminum tuak tersebut di Simpang Peternakan Sapi Desa Gunung Megang Dalam, dan melanjutkan minum tuak tersebut di bangsal saudara Saidina yang berada dekat kebun karet warga didusun VI Desa Ujan Mas Baru,” ujar Kapolsek.

Kemudian saksi Susanto yang tak lain teman korban pergi untuk membeli gorengan dan meninggalkan korban bersama saksi Desilawati di bangsal tempat mereka menenggak Tuak tersebut. Tidak lama kemudian saksi Susanto melihat saksi Desilawati sudah berada di pinggir jalan aspal dekat TKP.

“Susanto bertanya pada saksi Desi tentang keberadaan korban dan dijawabnya tidak tahu. Karena saksi Desi tidak mengetahui keberadaan korban, akhirnya mereka memutuskan mencarinya diseputaran bangsal dan tidak ditemukan,” kata Kapolsek.

“Kemudian saksi langsung pulang dan keesokan harinya yaitu Jumat pagi 04 Oktober 2019 sekira pukul 05.30 wib saksi kembali ke TKP untuk mencari korban dan menemukan korban sudah terlentang tidak bernyawa di depan kebun karet warga yang berjarak lebih kurang 15 meter dari bangsal tempat mereka meminum tuak,” singkatnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More