intens.news
Mitra Informasi

Ubah Mindset, Santri Dituntut tak hanya Bisa Jadi Guru Ngaji

0 35

Intens.news, PAGARALAM – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-VI tahun 2020 ini diharapkan tidak hanya dijadikan sebagai kegiatan seremonial semata. Akan tetapi dapat memaknai peringatan HSN dengan nilai-nilai santri yang harus benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan.

Demikian diungkapkan Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama Pagaralam, Ghazali, saat menjadi pembina upacara peringatan HSN di Lapangan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Azhar di Dusun Jambat Balo, Kelurahan Ulu Rurah, Kecamatan Pagaralam Selatan, Pagaralam, Kamis (22/10/2020).

“Tentunya, santri yang hebat, santri yang kuat, punya ilmu dan berakhlakul karimah. Kalau dahulu kita lihat bahwa santri itu dikatakan kolot dan hanya bisa menjadi guru ngaji, akan tetapi mindset itu harus dihilangkan. Santri harus bisa jadi yang terdepan,” paparnya.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Rahmad Alpan mengatakan, peringatan HSN di masa pandemi COVID-19 ini, memang sedikit berbeda dibanding dengan tahun sebelumnya yang begitu semarak.

Seluruh Ponpes di Pagaralam dilaksanakan di satu tempat, sehingga terlihat jelas ghiroh santrinya. Akan tetapi sekarang di masa pandemi ini, peringatan HSN diserahkan ke Ponpes masing-masing, untuk membuat dan mengadakan kegiatan peringatan HSN.

“Kita harus melihat sejarah, bahwa orang-orang Pesantren ikut dalam memerdekakan Indonesia. Kalau dulu berjuang melawan penjajah, tapi sekarang perjuangan itu harus tetap dilanjutkan, dengan cara memajukan Negara Indonesia,” harapnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More