intens.news
Mitra Informasi

Ujian Nasional di Sumsel Resmi Dibatalkan

0 68

Intens.news, PALEMBANG – Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel  mengumumkan bahwa Ujian Nasional (UN) tahun ini resmi ditiadakan setelah adanya kepastian keputusan dari  pemerintah pusat

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Riza Pahlevi MM, menyatakan, pihaknya sejauh ini sudah melakukan tindak lanjut sosialisasi ke seluruh sekolah di Sumsel untuk membahas peniliaan kelulusan siswa.

“Baru malam kemarin kami menerima surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 dan semua sudah disebar ke tiap sekolah SMA negeri/swasta. Setelahnya langsung lanjut ke pihak berwenang ke tingkat SD-SMP,” kata Riza, Rabu (25/03/2020).

Riza mengatakan, dalam surat menteri tersebut ada beberapa poin yang masih boleh dilaksanakan oleh pihak sekolah meski pun UN tahun 2020 ditiadakan akibat situasi Virus Corona atau Covid-19 yang mewabah di Indonesia.

“Dalam poin ketiga di surat edaran ada penjelasan bahwa Ujian Satuan Pendidikan (USP) atau prosedur ujian sekolah masih diperbolehkan dilakukan asal menggunakan sistem dalam jaringan (Daring) dari rumah siswa masing-masing, dan ini tergantung kebijakan instansinya,” kata dia.

“Apabila  SMA dipersilahkan untuk melaksanakan USP dengan sistem daring. Khusus SMK, jika masih ada ujian praktik tetap dilaksanakan di sekolah. Seperti yang telah dilaksanakan  oleh SMKN 5 Palembang kemarin, mereka sudah USP di rumah dan sudah juga UN duluan karena jadwal (UN) SMK lebih dulu dibanding SMA dan sudah selesai sebelum menteri menghapuskan UN. Khusus SMK di Sumsel yang belum ujian praktik atau Ujian Kompetensi Keahlian (UKK), maka tetap harus dilakukan. Karena, UKK memang wajib berkumpul di sekolah,” tuturnya.

Untuk perhitungan nila kelulusan, terang Riza, saat ini pihaknya masih menunggu ketentuan lebih lanjut dari Pemerintah pusat. Namun, bisa saja nantinya sistem kelulusan diambil lewat nilai rapor per semester mulai dari lima semester sebelumnya serta nilai harian.

“Masih menunggu ketentuan lebih lanjut terutama untuk paket C dan B. Sejauh ini kita juga masih menyosialisasikan (standar nilai kelulusan) ke tiap sekolah termasuk ke instansi pendidikan madrasah,” terangnya.

Sementara itu, Kadisdik Kota Palembang H Ahmad Zulinto SPd MM, mengatakan, pihaknya sepakat dan mendukung atas kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Kemendikbud bahwa UN ditiadakan, karena melihat kondisi saat ini yang tidak stabil.

“Berkaitan dengan UN kata Zulinto pihaknya sudah sepakat kalau memang tidak berkelompok kelompok. Kita lebih baik menyelamatkan umat manusia daripada sistem UN,” tukasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More