intens.news
Mitra Informasi

Ulangi Keslahan yang Sama, Residivis Penggelapan Motor Divonis 2,6 Tahun Penjara

0 10

Intens.news, PALEMBANG – Deden Susanto residivis sekaligus terdakwa penggelapan kendaraan bermotor, divonis oleh ketua majelis hakim Abu Hanifah dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara saat sidang virtual di Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Palembang, Rabu (21/10/2020).  

Vonis tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Desi Arsean pada persidangan sebelumnya dengan menggunakan pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Menurut majelis hakim, tidak ada hal-hal yang bisa meringankan terdakwa atas perbuatan tersebut sementara untuk hal-hal yang memberatkan ialah perbuatan terdakwa telah meresahkan warga setempat.

Saat ditanya oleh majelis hakim mengenai vonis tersebut, terdakwa menjawab menerimanya.

“Saya terima pak hakim,” ujar terdakwa dalam sambungan virtual.

Saat dikonfirmasi oleh hakim ketua, diketahui terdakwa Deden Susanto mengaku telah dua kali terlibat kasus yang sama.

“Kamu pernah dipenjara ? Karena kasus apa,” ujar Hakim Ketua.”Pernah pak, kasus yang sama,” ujar terdakwa pada hakim ketua.

Dalam dakwaan dinyatakan bahwa, terdakwa Deden Susanto bin Iswanto, pada bulan Juni 2019, bertempat di Jalan Kapten Robani Kadir Kelurahan Talang Putri Kecamatan Plaju, Kota Palembang melakukan penggelapan kendaraan motor Yamaha Jupiter Z milik korbannya yang bernama Eriansyah alias Erik.

Terdakwa bersama temannya bernama Sonen meminjam motor Yamaha Jupiter milik Erik dengan alasan untuk membeli rokok.

Setelah diberi kunci oleh Erik, Terdakwa bersama rekannya yang bernama Sonen berniat menggadaikan motor tersebut pada Eman seharga Rp1.5 juta.

Yang mana uang hasil gadaian motor tersebut digunakan tersangka dan temannya untuk berfoya-foya. Akibat dari Perbuatan terdakwa korban mengalami kerugian sekitar Rp8 juta.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More