intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Unjuk Rasa Massa di Polres Banyuasin Berujung Tindakan Anarkis

0 18

Intens.news, BANYUASIN – Sejumlah massa melakukan unjuk rasa di halaman Mapolres Banyuasin, Selasa (08/10/2019).

Pantauan di lokasi, unjuk rasa massa kian memanas, langkah negosiasi nampaknya tak mampu membendung aksi massa. Akibatnya massa pun melakukan  tindakan anarkis dengan melempari pasukan Dalmas.

Kondisi itu membuat pasukan pembawa tameng pun mengambil langkah menutup area. Aksi massa makin tak terkendali, aparat akhirnya melepaskan tembakan water canon, massa pun dapat dibubarkan.

Ternyata, unjuk rasa massa tersebut hanyalah REKAYASA adegan simulasi Ratusan Personel Pengendalian Massa (Dalmas) Polres Banyuasin, menggelar latihan penanganan aksi unjuk rasa massa anarkis di halaman Mapolres Banyuasin.

Dalam simulasi dilapangan terlihat pasukan Dalmas membentuk barisan pengamanan, kemudian di barisan lain ada anggota personel dibekali tameng dan alat pemukul beserta mobil water Canon, sementara di sisi lainnya lagi terlihat massa aksi melakukan unjuk rasa.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar mengatakan, tujuan dari latihan ini  agar pasukan Dalmas semakin tangguh dan paham tentang SOP dilapangan.

“Ini kita lakukan, agar pasukan Dalmas mengerti SOP, Selain bisa melakukan tindakan tegas dan terukur, bisa menghadirkan rasa yang diayomi,” ujarnya.

Kapolres mengungkap, simulasi ini  berkaitan dengan pelantikan Presiden dan Wakil presiden terpilih yang akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2019 mendatang.

“Kita sudah melakukan analisa dan Patroli, untuk sementara sementara kondisi kota saat ini sedang kondusif,” tegas Danny.

Karenanya Kapolres menyampaikan sejumlah pesan ke pada Pasukan Dalmas diantaranya yakni menyiapkan fisik dan mental selama pengamanan. Tingkatkan deteksi dini, menyaring seluruh informasi dari masyarakat untuk dapat mengantisipasi setiap perkembangan situasi dimasyarakat

“Senantiasa belajar dan berlatih, seluruh SOP penanganan unjuk rasa agar tidak terjadi keraguan dan kesalahan bertindak dalam unjuk rasa pengamanan masyarakat.  Penanganan unjuk rasa selain harus tegas dan terukur juga harus menghadirkan rasa diayomi, dilayani dan dilindungi, oleh karena itu tidak diperbolehkan satu personelpun menggunakan senjata api baik dengan peluru tajam maupun karet,” tandasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More