intens.news
Mitra Informasi

Usai Imlek Harga Daging Ayam Turun, Cabe Rawit Melambung

0 17

intens.news, OKU TIMUR – Beberapa kebutuhan pangan masyarakat di Kabupaten OKU Timur mengalami penurunan harga di minggu ketiga Februari. Seperti harga daging ayam broiler mengalami penurunan sebesar 3,03 persen dan harga cabe rawit juga turun sebesar 14,29 persen.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Oku Timur, Amin Zen mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring mengenai pergerakan harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasar tradisional yang ada di Bumi Sebiduk Sehaluan.

“Dari hasil monitoring, daging ayam broiler dan cabe rawit mengalami penurunan harga, ” ungkapnya, Senin (22/02/2021).

Lanjut Amin, harga daging ayam broiler pada Jumat (19/02/2021) di kisaran Rp 33 ribu per kilogram, sekarang terpantau mengalami penurunan harga 3,03 persen menjadi Rp 32 ribu per kilogram.

Begitu juga halnya dengan cabe rawit, yang sebelumnya terpantau di kisaran Rp 70 ribu per kilogram, turun sebesar 14,29 persen menjadi Rp 60 ribu per kilogram.

“Untuk harga sembako lainnya, masih terpantau stabil, tidak ada perubahan harga, ” imbuhnya.

Pasar 26 Ilir Palembang (foto:Hasan)

Sementara untuk di kota Palembang, harga kebutuhan pokok di pasar dan warung beragam mulai dari harga telor sebelumnya Rp23 ribu turun menjadi Rp2I ribu, harga gandum kemasan Rp9.500 dan gandum kiloan hanya Rp8 ribu.

“Harga telur mengalami penurunan, sedangkan harga cabai terbilang menurun dibandingkan sebelumnya cabai kriting Rp80 ribu sekarang Rp 70/60 ribu pasar Alang-alang lebar Palembang,” ujar Elin salah satu ibu rumah tangga.

“Penurunan dikarenakan belum ada momen besar, seperti bulan ini ada hari raya Imlek, pasti ada kenaikan kalau beli di warung cabai rawit cabe merah bisa tembuh Rp90 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Senada diungkapkan salah satu agen Sembako di Pasar 26 Ilir Palembang, Firman yang membenarkan harga sembako usai Imlek di pasar tradisional 26 Ilir berangsur stabil.

“Sembako yang diperjualbelikan seperti telur ras, minyak goreng, gula pasir dan ayam potong relatif stabil usai Imlek,” katanya, Senin(22/2/2021)

Dia mengatakan harga sembako yang relatif stabil ini sedikit banyaknya dipengaruhi oleh animo dan daya beli masyarakat yang cenderung menurun pada saat pandemi covid-19.

Menurut Firman,harga telur dipasaran dijual Rp23 ribu sebelumnya naik menjadi Rp24 ribu perkilonya,gula 13.000 perkilonya,gandum dan sagu 7.000 perkilonya tidak mengalami kenaikan masih stabil.

Dikatakan Firman, kebutuhan akan sembako pada saat setelah perayaan Imlek tidak sebanyak pada jelang perayaan imlek, sehingga harga di pasaran cenderung stabil.

Hal tersebut dibenarkan salah seorang pembeli Masasamah di pasar 26 Ilir. Masasamah mengatakan,harga gula saat ini 14 perkilonya,telor ayam menjelang hari Imlek 24 ribu perkilonya  sekarang 23.000 perkilonya

Justru kata Masasamah harga cabai yang belum stabil. Cabai keriting yang semula 50 ribu perkilogramnya kini sudah mencapai 62 ribu perkilogramnya begitu juga cabai rawit yang semula 80 perkilogramnya sekarang 90 ribu perkilogramnya.

“Kenaikkan cabe mengkin disebabkan karena pandemi atau juga karen cuaca ekstrim. Yang penting kenaikkan itu tidak terlalu melambung dan masih bisa dijangkau. Mudah mudahan awal Maret akan ada penurunan,”harapnya.

Pantauan Harga Telor di Pasar Pemulutan (foto:rian)

Terpisah, harga sembilan bahan pokok (sembako) di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir juga mengalami beberapa perubahan harga. Salah satunya di Pasar Mingguan atau dalam bahasa lokalnya ‘Kalangan’ yang ada di Kecamatan Pemulutan, terdapat beberapa harga bahan pokok yang mengalami kenaikan dan penurunan harga dibanding pekan sebelumnya.

Pekan lalu di Pemulutan harga telur Rp25 ribu per kilogram, kini harganya mengalami penurunan sebesar Rp 2ribu, sehingga per kilogram menjadi Rp 23 ribu.

Kemudian harga minyak sayur kemasan bantal merek Fortune pekan belakang terpantau harganya masih  Rp12 ribu per liter kini mengalami kenaikan menjadi Rp 14ribu per liter . Sementara untuk gandum dengan merek Segitiga Biru pekan belakang berkisar di harga Rp 12ribu per kilogram, kini menjadi Rp 14ribu per kilogram.

Isa salah seorang pedagang di Pasar Mingguan yang ada di Pemulutan mengatakan, secara keseluruhan harga sembako masih normal.

“Sebagian naik ada juga yang turun,” katanya, saat diwawancarai, Senin (22/2/2021).

Sementara warga setempat, Sari mengatakan, kenaikan dan penurunan sebagian harga sembako belum terasa oleh masyarakat.

“Efek penurunan harga telur belum terasa, karena saat membeli gandum dan minyak sayur kita membawa duit harus lebih. Jadi kalau mau turun itu harusnya disamakan jangan ada yang dinaikkanlah. kalaupun harga telur murah tidak mungkin kita harus makan telur rebus terus, pasti butuh minyak dan gandum,” tutur dia.

Berikut harga Sembako di Kalangan Pemulutan Ulu, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir per 20 Februari 2020, versi pedagang di daerah setempat.

Gula Rp12.000 per kilogram, Gendum Segitiga Biru Rp 14.000 per kilogram, Telur Rp 23.000 per kilogram. Kemudian Gas Elpiji kemasan 3 kilo Rp 25 ribu per tabung, Beras merek patin Rp110 ribu per 10 kilogram, beras merek Selancar Rp11.500 ribu per 10 kilogram.

Kemudian, minyak sayur fortune Rp 14.000 per liter, sementara minyak sayur curah Rp11.500 per liter. Lalu sagu terong Rp10.000 per kilogram dan sagu biasa Rp7.000 per kilogram, Susu bendera Rp10.500 per kaleng, Susu enak Rp9.000 per kaleng dan sarden bantan kaleng kecil Rp 6.000.

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More