intens.news
Mitra Informasi

Vaksinasi Covid-19 Dosis Tahap Dua Dilakukan, Askolani : Rangsang Pembentukan Zat Anti Kekebalan Tubuh

0 14

Intens.news, BANYUASIN – Vaksinasi Covid-19 dosis Kedua di Kabupaten Banyuasin kembali berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyuasin, Rabu (10/02/2021). Vaksinasi ini diikuti oleh sejumlah pejabat publik dari Pemerintah Kabupaten, Polres, Kodim 0430 Banyuasin serta unsur terkait.

Bupati Banyuasin Askolani mengatakan, tujuan pemberian vaksin ini merangsang pembentukan zat anti atau kekebalan tubuh untuk serangan penyakit, terutama Covid-19. Vaksinasi Tahap 1 telah dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2021 dengan sasaran 3192 orang tenaga kesehatan dan 15 pejabat publik.

Sampai pada tanggal 9 Februari 2020 ada tenaga 1339 yang sudah di vaksin, rinciannya dokter 89 orang, bidan 463, perawat 349, tenaga kesehatan lain 270, tenaga umum dan prakarya 144 orang, dan pejabat publik 15 orang.

“Kondisi yang ditunda ada 907 orang dengan beberapa kriteria seperti pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, sedang hamil atau menyusui, mengalami gejala ISPA, tekanan darah 140/90 atau lebih dan memiliki riwayat penyakit berat,” jelasnya.

Pelaksanaan vaksin tahap 2 dilakukan pada hari ini 10 Februari 2020 serentak di 41 Fasilitas Pelayanan kesehatan Banyuasin. Selanjutnya setelah vaksinasi tenaga kesehatan, akan di lanjutkan vaksin pekan ke 4 bulan Februari untuk pelayan publik yang terdiri dari Guru, TNI, Polri, DPRD, Tokoh Agama, Pejabat daerah, Pedagang ASN, BUMD, BUMN, Petugas Pariwisata, Ojek/taksi Online.

“Vaksinasi ini akan kita lakukan di 42 fasilitas kesehatan yaitu 33 puskes, 6 rumah sakit ditambah 3 klinik polres, Yon zikon dan SPN Betung. Tahap berikutnya kemungkinan dilakukan untuk teman-teman dari Pers dan akan ikuti instruksi pusat,” katanya.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Banyuasin, Sukardi, saat ditemui usai vaksinasi mengatakan, tidak ada efek apapun pada vaksin tahap 2 ini, sedangkan vaksin tahap 1 sempat merasakan demam.

“Untuk saat ini belum ada efek, tapi pada suntikan tagap pertama sedikit demam, agak tegang kaku tapi hanya sebentar saja, tidak sampai beberapa hari. Setelah dibawa tidur besok paginya sudah sehat,” jelasnya.

Kemudian untuk masalah ketidakhadiran Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan, Wakil Ketua II DPRD Banyuasin Noor Ismatuddin dan Wakil Ketua III DPRD Banyuasin Zarkasih pada tahap vaksin kedua ini dikarenakan menyesuaikan dengan aturan vaksin.

“Karena pimpinan dan wakil lain pada tahap 1 tidak bersama melakukan vaksin, jadi tahap 2 juga sendiri-sendiri, jadi minimal harus berselang selama 14 hari,” tandas Sukardi.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More