intens.news
Mitra Informasi

Vaksinasi COVID-19 Perdana, Bupati dan Wabup tidak Ikut Disuntik

0 25

Intens.news, EMPAT LAWANG – Vaksinasi COVID-19 Sinovac di Kabupaten Empat Lawang mulai dilakukan hari ini, Kamis (4/2/2021). Vaksinasi perdana ini tidak ikut dijalani Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad.

Joncik tidak disuntik vaksin COVID-19. Penyebabnya ialah karena Joncik pernah dinyatakan positif terpapar virus corona.

Meskipun tidak disuntik vaksin, Joncik menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk menjalaninya. Terlebih, vaksinasi COVID-19 yang sudah berjalan serta diawali Presiden Jokowi, aman dan halal.

“Mati itu memang takdir, tapi ikhtiar itu penting. Vaksinasi ini kegiatan nasional untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia, termasuk Kabupaten Empat Lawang,” kata Joncik, saat launching vaksinasi COVID-19 tahap pertama di Kabupaten Empat Lawang di Aula RSUD Empat Lawang, Kamis (4/2/2021).

Banyak beredar isu yang tidak benar menenai vaksin Sinovac. Namun, kata Joncik, masyarakat harus yakin vaksin Sinovac ini aman. Bahkan, MUI sudah keluarkan vaksin ini halal dan aman.

Mengenai vaksinasi ini, Joncik memastikan dirinya bersama istri tidak boleh divaksin. Karena sudah ‘alumni’ COVID-19 dan dirinya mengucapkan terimakasih kepada semua masyarakat yang telah mendoakan sehingga bisa sembuh.

“Sampai saat ini data kasus COVID-19 di Empat Lawang secara kumulatif mencapai 92, 80 di antaranya sudah sembuh, meninggal 9 jiwa, proses penyembuhan tiga orang. Jumlah ini tergolong kecil dibandingkan dengan daerah lain,” ujarnya.

Adanya vaksin ini, kata Bupati, bukan sudah bebas dari COVID-19, karena untuk penerapan protokol kesehatan (Prokes) tetap lanjut. Petugas juga tetap rutin menggelar operasi yustisi untuk menerapkan prokes.

Tak hanya Bupati, Wakil Bupati Yulius Maulana, juga tidak ikut divaksin karena tensi darah naik. Sedangkan pejabat yang dilakukan vaksinasi yakni Ketua DPRD Persi, Kapolres AKBP Wahyu, Pj Sekda Indera Supawi.

“Alhamdulilah setelah 30 menit usai divaksin, mereka tidak ada gejala ataupun keluhan. Untuk vaksin tahap kedua nanti juga aman. Bahkan setelah divaksin ini imun terjaga 3 sampai 6 bulan,” ujarnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More