intens.news
Mitra Informasi

Video Moderat Radikalisme Kalangan Pelajar, Antarkan Guru MAN 3 Raih Juara 1 Video Best Practice Tingkat Nasional

0 13

Intens.news, PALEMBANG – Mengangkat video tentang pengembangan Pojok Literasi Berbasis Moderat Sebagai Media Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar, mengantarkan Andarusni Alfansyur, salah satu guru PPKn MAN 3 Palembang, meraih juara 1 lomba pembuatan Video Best Practice tingkat Nasional.

Meski di tengah pandemi Covid-19, selain menjalankan tugas pembelajaran Daring, guru MAN 3 Palembang ini tetap berkontribusi positif terutama memberikan prestasi untuk madrasah.

Lomba yang digelar secara viartual teraebut dalam rangka kegiatan Pancasila Goes to Mall. Kegiatan ini digelar oleh  Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Guru yang biasa disapa Aan ini mengangkat video tentang pengembangan pojok literasi berbasis moderat sebagai media pencegahan radikalisme di kalangan pelajar.

Menurutnya, video ini penting karena keberagaman menjadi sebuah potensi yang besar yang dimiliki oleh Indonesia. Namun, apabila nilai-nilai Pancasila tidak mampu diadaptasikan dalam kehidupan, keberagaman yang dimiliki akan berpotensi menimbulkan gesekan di tengah masyarakat Indonesia. Terutama Radikalisme.

“Radikalisme menjadi salah satu yang membahayakan bangsa Indonesia. Ini menjadi tantangan kita bersama, apalagi faham ini berusaha untuk mengubah haluan negara indonesia selain Pancasila. Ini berbahaya bagi remaja penerus bangsa. Karena apabila tidak difasilitasi dengan benar, para remaja ini sangat rentan untuk disusupi dengan faham radikal ini,” terangnya.

Lanjut Aan, pengaruh yang dialami para remaja yang terpapar faham Radikalisme ini, yakni mereka merasa dirinya paling benar, suka menyalahkan faham yang dimiliki orang lain, bahkan tidak mengakui pancasila sebagai ideologi bangsa. Untuk itu, dalam video ini Aan menawarkan adanya moderat corner bagi para pelajar disekolah masing-masing.

“Bentuknya pojok literasi berbasis moderat. Programnya antara lain, mentoring dalam rangka pendampingan kepada siswa di sekolah dan bekerjasama dengan ustadzd dan ustadzah untuk menjawab pertanyaan atas keraguan yang muncul dari pemikiran mereka,”terangnya

Program kedua lanjutnya, moderat cinema yang dapat memfasilitasi para siswa untuk menyaksikan tayangan atau film tentang kebinekaan, tentang toleransi, dan tayangan yang berisi tentang kemoderatan. Program ketiga, Moderat Game. Siswa dapat memberikan hiburan namun isi permaianannya tetap memuat tentang pengetahuan moderasi,“tukasnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More