intens.news
Mitra Informasi

Viral Video Pencopotan Baliho Habib Riziq di Depan Kampus Bina Darma Plaju, Ini Tanggapan FPI Sumsel

0 26

Intens.news, PALEMBANG – Beredar video pencopotan baliho dan reklame gambar Habib Rizieq yang dilakukan aparat gabungan di dekat Kampus Bina Darma, Jumat (21/11/2020) malam. Video tersebut pun menjadi viral dan tersebar di seluruh sosial media diantaranya Palembangterkini dan Palembangwikwik.

Dalam video dari akun instagram Palembangwikwiw yang berdurasi 1 menit 30 detik ini terlihat pada pukul 21.00 WIB aparat gabungan sedang ramai berkumpul di depan Kampus Bina Darma Plaju.

Bukan hanya itu dalam video tersebut juga terlihat tiga mobil kepolisian beserta satu mobil teknisi dari aparat untuk mencopot baliho tersebut.

Mengetahui hal tersebut wartawan Intens.news mencoba konfirmasi kepada pihak Front Pembela Islam( FPI) Wilayah Sumsel, melalui sambungan telepon, Sabtu (21/11/2020).

Saat dikonfirmasi pihak FPI wilayah sumsel menanggapinya dengan santai. Mereka justru mengucapkam terimakasih dengan adanya tindakan tersebut.

“Karena itu baliho selamat datang, dan sekarang Habib Rizieq sudah datang. Ya kami justru berterimakasih karena sudah dibantu menurunkan,” ujar Ketua FPI Sumsel, Habib Mahdi Muhammad Syahab saat dihubungi.

Sebelum pencopotan baliho tersebut dilakukan, Mahdi berujar, tidak ada koordinasi dari aparat kepolisian kepada FPI.

Menurutnya, adalah tindakan lucu apabila untuk menurunkan satu baliho saja harus sampai menurunkan pasukan yang berasal dari aparat gabungan.

“Karena semestinya itu tugas gampang. Terkait perizinan baliho, itu jadi urusan antara pemerintah kota dengan pihak advertising. Ya kalau mau dicopot, tinggal dihubungi oleh dinas terkait. Pasti itu dicopot dan semua urusannya selesai. Kenapa mesti pakai mobil ramai-ramai, ada aparat gabungan juga. Itu lah kenapa Saya bilang tindakan itu lucu,” ujarnya.

Justru, kata dia, tindakan aparat terhadap baliho Habib Rizieq akan semakin menunjukan bahwa pemimpin FPI tersebut merupakan orang besar yang dicintai masyarakat.

Ia menilai, tindakan yang dilakukan aparat merupakan suatu bentuk ketakutan terhadap reaksi yang bisa saja dilakukan masyarakat terkait pencopotan baliho tersebut.

“Makanya mereka pakai pasukan besar-besaran. Tapi bagi kami sendiri, tidak masalah. Semakin besar yang mau mencopot baliho-baliho Habib Rizieq, maka semakin menunjukan ketakutan dengan lantangnya suara kebenaran yang dia (Habib Rizieq) suarakan. Menyebabkan pihak-pihak merasa terganggu sehingga melakukan manuver-manuver,” ujarnya.

“Kami sendiri tidak terganggu dengan manuver-manuver itu. Justru kami melihat, semakin Habib Rizieq ditekan, malah membuat beliau semakin dicintai masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More