intens.news
Mitra Informasi

Visa Umrah dan Haji Indonesia Kembali Dibatalkan, Ada Apa?

0 64

Intens.news, PALEMBANG – Belum lama ini, jemaah haji asal Indonesia sudah diperbolehkan melaksanakan ibadah di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi. Namun kini, Pemerintah Arab Saudi kembali membatalkan persetujuan visa untuk calon jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

Hal tersebut dibenarkan Direktur Tour dan Travel Risalah Mandiri, Yuslismayanti. Dia menjelaskan, pekan lalu ada kejadian yang membuat para jemaah asal Indonesia belum diperbolehkan kembali melaksanakan ibadah umrah dan haji.

Di antaranya, karena para jemaah haji dan umrah asal Indonesia tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19 yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi. “Apalagi, panitia umrah sempat melihat jemaah umrah Indonesia berkumpul lebih dari dua orang dalam satu kamar,” terangnya.

Ia juga menceritakan bahwa selama lima hari dikarantina di hotel, sudah banyak jemaah umrah Indonesia yang jenuh dan ingin segera meminta pulang ke Indonesia.

“Mereka jenuh harus terus berada di dalam kamar hotel sehingga tidak bisa menghirup udara segar di luar hotel, Belum lagi, pengantaran makanan yang terlambat karena jumlah pegawai hotel yang terbatas hingga dikeluhkan para jemaah,” jelasnya.

Bukan hanya itu, masih ada laporan dari pihak hotel yang mendapatkan banyak jemaah umrah yang masih berkumpul lebih dari dua orang dari kamar yang satu ke kamar yang lainnya atau room to room.

Padahal, hal itu dilarang sehingga temuan ini diduga menjadi sebab aparat Dinas Kesehatan Arab Saudi dan Muasasah ragu untuk memperbolehkan jemaah umrah Indonesia melanjutkan perjalanan ke kota Madinah.

Ia juga menyatajan, bahwa jemaah umrah dari negara Pakistan grup perdana lebih rapi dan tertib dari Pada Indonesia. Sehingga setelah tiga hari isolasi dan umrah satu kali.Sekarang jemaah asal Pakistan diperbolehkan shalat di Masjidil Haram karena mereka 100 persen taat protokol kesehatan.

“Jemaah Pakistan kemarin sudah bertolak ke Madinah karena hasil swab mereka 100 persen negatif,” ujarnya, seraya mengingatkan bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk pertimbangkan kembali untuk memberangkatkan jemaah di masa Pandemi COVID-19 saat ini.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More