intens.news
Mitra Informasi

Wacana UN SD, SMP dan SMA Ditiadakan, Ini Komentar Kadisdik

0 43

intens.news, PALEMBANG – Dinas Pendidikaan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan mengaku masih menunggu keputusan dari Pemerintah pusat, terkait adanya wacana penundaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SD, SMP, SMA dan Madrasah untuk ditiadakan. Hal tersebut diungkap Plt Disdik Provinsi Sumsel Riza Fahlevi, selasa (24/3/2020).

“Ya, memang ada wacana peniadaan ini tapi kami masih menunggu keputusan karena belum ada intruksi atau surat secara resmi untuk peniadaan ini,” ujarnya,

Riza mengatakan, jika arahan dari pemerintah pusat untuk meniadakan maka pihaknya akan mengikuti. Namun, hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan atau surat resmi bila ditiadakan.

“Kalau memang benar nanti kan ada mekanismenya bagaimana menentukan kelulusan mereka. Kalau untuk tingkat SMK kan ini sudah selesai UNBK,” tegas dia.

Ia menjelaskan, seluruh sekolah di bawah Kewenangan Dinas Pendidikan provinsi Sumsel tetap melakukan persiapan pelaksanaan UN pada akhir tahun ajaran 2020 mendatang.

“Program kelulusan untuk tahun 2020 mendatang masih sama seperti tahun sebelumnya. Sejumlah persiapan juga telah dilakukan oleh seluruh sekolah untuk menghadapi ujian nasional,” ujarnya.

Disdik Sumsel juga telah mengeluarkan edaran bagi siswa kelas 11 dan 12 SMA untuk belajar menggunakan sistem daring dibantu guru-guru.

“Siswa sudah kami himbau belajar dari rumah, bagi daerah yang kekuatan daring/jaringan internetnya lemah menggunakan sistem daring secara manual atau tugas dari setiap guru mata pelajaran,” tukasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Ahmad Zulinto, mengenai wacana ujian nasional bakal dihapuskan secara tertulis, Disdik Kota Palembang belum menerima surat resmi, apabila benar adanya UN dihapuskan nantinya Disdik akan berdiskusi sama walikota Palembang.

“Disdik Kota Palembang setuju apabila UN dihapuskan tidak ada masalah. Pemberian nilai kepada anak didik untuk mendapatkan ijazah tidak harus wajib UN,” ujarnya.

Menurutnya, Sejauh ini bidang kurikulum sudah berdiskusi untuk membuat rumusan nilai kelulusan dari nilai raport, nilai ulangan harian, ujian sekolah dan kehadiran siswa dibagi berapa sehingga mencapai kelulusan siswa.

“Ini masih didiskusikan mengingat kondisi seperti ini waspada Virus Corona,” pukasnya.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More