intens.news
Mitra Informasi

Warga di Kecamatan Suek Tapeh Banyuasin Keluhkan Jalan penghubung Desa Rusak

0 32

Intens.news, BANYUASIN – Jalan penghubung antara Desa Bengkuang dan Dusun Pandan, Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin kini dikeluhkan warga. Pasalnya sudah bertahun-tahun jalan tersebut rusak parah namun belum ada perbaikan sampai sekarang.

Kondisi jalan yang bergelombang, berlubang dan berlumpur, tentunya sangat membahayakan bagi pengendara sepeda motor. Apalagi pada saat musim penghujan, jalanan di penuhi genangan air bahkan sampai banjir akibat dari jalan yang berlubang.

Nurul, salah seorang warga Dusun Pandan, sangat menyanyangkan hal tersebut, ia beranggapan bahwa pemerintah daerah tidak terlalu memerhatikan warganya, utamanya dalam melakukan pembangunan infrastruktur jalan yang baik bagi masyarakat.

“Sudah terlalu lama pemerintah membiarkan jalan tersebut rusak tanpa adanya perbaikan, bahkan hal tersebut sudah terjadi puluhan tahun lalu, dimana jalanan tersebut telah rusak pada saat saya masi kecil dan hingga kini jalanan tersebut belum juga di perbaiki,” ujarnya, Senin (14/09/2020).

“Saya mengharapkan agar pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin untuk segera memperbaiki jalanan tersebut sebagaimana memenuhi aspirasi masyarakat yang menginginkan jalanan yang beraspal dan nyaman untuk dilalui oleh pengendara motor maupun mobil,” pintannya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Bengkuang, Solehan, mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa tidak dapat mengalokasikan Anggaran Dana Desa untuk jalan tersebut karena merupakan jalan Kabupaten. “iya, ini merupakan jalan kabupaten, jadi kami tidak bisa menganggarkan untuk Dana Desa,” ucapnya.

Solehan juga menyebut, bahwa telah sekian kalinya menyampaikan pada pemerintah daerah namun sampai saat ini belum ada pengerjaan. “Bahkan kami sudah berapa kali sampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat pada pemerintah kabupaten, namun hingga saat ini belum ada tindak-lanjut nya,” jelas dia.

Kades Solehan juga menceritakan, apabila musim penghujan, jalan tersebut tidak hanya berlumpur, tapi sering banjir besar mencapai kedalaman kurang lebih 1,5 meter. “Badan jalan semuanya di tutupi oleh air sehingga banyak warga melintas menggunakan R2 terpaksa di panggul beramai-ramai,” ucap dia.

Lebih sedih lagi, lanjut Solehan, melihat anak sekolah yang bersekolah di SMPN 1 dan SMAN 1 Suak Tapeh, sampai terlambat masuk sekolah.” Para siswa sekolah setiap hari berjibaku dengan lumpur demi untuk sekolah,” tuturnya.

Dirinya sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten untuk segerah memperbaiki jalan tersebut, karena jalan ini terang dia, satu-satunya akses jalan masyarakat untuk membawa hasil pertanian.

“Saya selaku Kades Bengkuang, mewakili masyarakat Desa Bengkuang dan masyarakat Dusun Pandan, tolong kepada Bupati Banyuasin jalan kami di perbaiki, sudah puluhan tahun masyarakat kami selalu berjibaku dengan lumpur setiap melintasi jalan tersebut,” pungkasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More