intens.news
Mitra Informasi

Warga Pagaralam Dilarang Bawa Sajam! Jika Melanggar…

0 266

Intens.news, PAGARALAM – Menindaklanjuti gagasan dari Kapolda Sumsel, Irjen Pol Priyo Widyanto, untuk mengubah tampilan wajah Sumsel, menjadi lebih baik dan humanis, terutama terkait dengan kegiatan senjata tajam (Sajam), beberapa waktu lalu Polres Pagaralam sudan melakukan penandatanganan komitmen bersama upaya menyongsong zona integeritas, serta menghilangkan budaya “tujah” di wilayah hukum kota Pagaralam.

Dinilai belum cukup, larangan serta penyampaian hukuman membawa sajam pun terus digaungkan jajaran Polres Pagaralam, baik melalui media maupun dengan imbauan lisan kepada masyarakat, bahwa membawa sajam bukan melawan, hebat ataupun gagah, serta tujah bukanlah pahlawan.

Pantauan Intens.news, Rabu (13/2/2020), spanduk imbaun larangan membawa serta hukuman membawa sajam pun, disebar oleh jajaran Polsek di lingkungan Polres Pagaralam.

Belum lama ini, Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara, dalam sambutanya mengatakan, bicara soal apakah “tujah” ini budaya atau tidak, maka tentu saja tidak. Pasalnya, kata dia, khususnya di Pagaralaam, kebiasaan membawa sajam ini hampir sudah tidak ada lagi.

Hal ini seiring dengan terungkapnya beberapa pelaku kejahatan di wilayah hukum Pagaralam. “Dan kalupun itu ada, rata-rata dari derah lain atau dari Kabupaten/kota tetangga,” ujar Dolly.

Namun tak sedikit juga mungkin masih ada yang belum bisa meninggalkan kebiasaan membawa sajam, sehingga inilah yang harus dicegah dengan sama-sama memberikan pencerahan. Karena hal tersebut diancam dengan hukuman minimal 10 tahun penjara.

“Disini kami mengajak seluruh lapisan masyarakat tidak hanya jajaran Polres, namun juga tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan lain-lain, untuk sama-sama menghilangkan kebiasaan membawa sajam tersebut,” terangnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More