intens.news
Mitra Informasi

Warga tidak Diizinkan Gelar Hajatan, Akad Nikah Dikembalikan ke KUA

0 4.410

Intens.news, PAGARALAM – Dalam rapat bersama yang digelar Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pagar Alam dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forkopimda serta OPD dilingkungan Pemkot Pagar Alam, diputuskan bahwa pelaksanaan akad nikah (ijan qobul) untuk kembali dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) atau tidak diizinkan dilaksanakan di rumah.

Hal ini merujuk pada surat edaran Menteri Agama RI tentang pedoman akad nikah ditengah pandemi covid-19 dimana setiap catin yang melaksanakan akad nikah hanya dihadiri oleh 10 orang,dan 30 orang jika dilakasanakan di Masjid.

Dan keputusan ini diambil oleh Satgas tak lain untuk menghindari terjadinya kegiatan mengumpulkan orang banyak termasuk hajatan atau resepsi pernikahan di masyarakat,dimana meskipum sudah berulang kali dihimbau namun tetap saja masih banyak yang melaksanakanya.

Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni menyampaikan, sebenarnya ada dua opsi atau strategi yang bisa dilakukan untik menerapkan protokol kesehatan terutama pada prosesi hajatan yakni tetap dizinkan namun dalam pengawasan ketat atau memang tidak diizinkan sama sekali.

“Namun dalam rapat hari ini disepakati untuk tidak memberikan izin sama sekali, dan untuk pelaksanaan akad nikah di tetapkan untuk dilaksanakan di KUA,”papar Walikota.

Alpian mengatakan, strategi ini akan coba diberlakukan hingga akhir November 2020 mendatag dengan melihat perkembangan covid-19 apakah memang terjadi penurunan atau sebaliknya, sehingga nantinya bisa diperpanjang sampai kalau vaksin wabah corona ini memang benar-benar ada.

Sementara Kapolres Pagar Alam AKBP Dolly Gumara mengatakan, bahwa pada prinsipnya soal izin keramaian persedekahan ini, Polres Pagar Alam tidak akan mengeluarkan izin tanpa rekomendasi dari Satuan Tugas.

Akan tetapi, kata Kapolres, bahwa kucing-kucingan masyarakat saat ini dengan petugas sangat luar biasa,bisa saja saat pelaksanaan Yustisi atau operasi lainya mereka patuh,namun hanya hanya berselang hitungan menit sudah melanggar lagi.

“Jadi kalau memang harus benar-benar ditegakkan,dibutuhkan ketegasan termasuk dengan tidak memberikan izin keramaian atau hajatan bagi masyarakat,”imbuh Kapolres.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More