intens.news
Mitra Informasi

Winter Is Coming And It Will Continue?

0 28

Indonesia adalah negara tropis dan hanya memiliki dua musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. Orang barat sangat betah tinggal di Indonesia, karena akan mengalami satu suasana saja. Selain matahari yang menghangatkan, iklim yang bersahabat, dan orang-orangnya yang ramah dan bersahabat.

Dibelahan bumi lain, mereka yang mengalami empat musim sudah terbiasa dengan perubahan cuaca tersebut. Saat musim semi, cuaca hangat dan sering hujan. Kemudian musim panas, matahari bersinar terik dan cenderung sangat panas hingga mereka akan beramai-ramai mengunjungi kawasan hijau dengan kesejukan sungai atau danau. Kemudian musim gugur, kondisi cuaca yang mulai mendingin dan daun-daun pun berguguran. Membuat warga sibuk mempersiapkan diri menjelang musim dingin yang akan bersalju. Hingga agar tetap hangat pada musim dingin, mereka mempersiapkan persediaan kayu bakar atau memperbaiki penghangat ruangan di dalam rumah.

Tulisan ini tidak ada hubungannya dengan perubahan musim dan cuaca. Namun kami tergelitik atas keadaan yang sedang terjadi di negeri Indonesia. Beberapa tahun lalu, Presiden Joko Widodo pernah berpidato bahwa kita akan segera mengalami musim dingin. “Winter is coming” atau musim dingin segera tiba. Pernyataan tersebut seakan terjawab saat ini. Winter yang kemudian kita pahami bukan musim dingin bersalju hingga menutup rumah-rumah warga. Atau banyak warga yang mati karena kedinginan akibat salju yang sangat lebat. Dan atau banyak masyarakat yang sakit gara-gara tidak mempersiapkan diri hingga kehabisan makanan saat salju lebat menghantam negeri kita.

Yang di maksudkan adalah persiapan kita menghadapi berbagai persoalan yang menggoncang keras di tahun 2020 ini. Tahun ini adalah tahun yang sarat dengan bencana dan tragedi kemanusiaan. Tahun yang penuh dengan korban jiwa akibat virus Covid-19 yang kini masih terus berlangsung. Tahun yang meluluh lantakkan perekonomian global dan perekonomian Indonesia.

Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena hotel dan restoran yang tutup selama masa lock down, banyak perusahaan mengurangi karyawannya lantaran usaha yang tidak berjalan hingga tidak mampu membayar upah pekerjanya. Bahkan, banyak perusahaan media massa yang gulung tikar dan para jurnalis terpaksa bekerja dan bahkan mencari alternatif lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tahun 2020 sebentar lagi akan meninggalkan kita, tahun yang penuh kenangan pahit dan ketakutan. Tidak hanya mereka yang sama-sama sehat harus saling menjauh minimal berjarak satu meter, bahkan keluarga yang meninggal dunia -pun tidak di izinkan untuk berjumpa untuk yang terakhir kalinya.

Winter yang di prediksi oleh Presiden Joko Widodo yang kemudian menjadi viral itu, tidak harus dipahami sebagai bentuk kekuatan spiritual, atau di terawang lewat supranatural. Karena sebelum terjadinya pandemi Covid-19, telah terjadi berbagai persoalan ekonomi yang melanda Indonesia. Persoalan korupsi yang memberangus para politisi, para kepala daerah, bahkan ketimpangan ekonomi yang terus melanda.

Kondisi semakin buruk saat Covid-19 melanda. Wabah yang memang menakutkan tersebut, turut serta menjadi tersangka terpuruknya ekonomi masyarakat. Gerakan mengatasi penyebaran Covid-19, seakan tidak terbendung dan korban terus bertambah. Meski hal tersebut hanya diatas kertas, karena rata-rata mereka yang meninggal banyak di sebabkan oleh penyakit lain yang di deritanya. Dengan tidak pula mendahului kata takdir, sebab kematian merupakan hak dan takdir dari Tuhan. Jika kita berfikir bahwa Covid-19 adalah pembunuh utama, menurut kami kematian akibat Covid-19 sebenarnya hanya 0,01 persen saja dari keseluruhan penyebab kematian.

Untungnya, sebagai warga yang berfikir dan umat yang taat. Rakyat kita tetap berfikiran positif, dan tetap berusaha menjaga diri dan waspada terhadap kemungkinan buruk dari pandemi. Seharusnya selaku warga, kita juga berusaha mengikuti anjuran dan perintah dari para pemimpin dan pemerintah.Meski terkadang, sikap yang provokatif dan pernyataan yang kontroversial teruntai menggelembung dan menjadi viral di berbagai sosial media. Namun, hal tersebut tidak harus menjadi perlambang kesengsaraan, hingga harus mendekam di penjara akibat melanggar aturan dan perundang-undangan.

Beberapa hari lagi menjelang tahun 2021, mari kita terus mempersiapkan diri. Musim dingin (winter) sedang melanda bangsa saat ini mungkin akan berlanjut tahun depan. Mari mawas diri, menjaga kesehatan, bekerja maksimal sesuai profesi yang kita jalani, dan tetap dalam koridor dan aturan. Insya Allah bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang besar. Wallahu’alam. (****)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More