intens.news
Mitra Informasi

Zulinto: Jangan Kerjakan, Jika Beban Tugas Sekolah Melampaui Batas

0 2.317

Intens.news,PALEMBANG-Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto memerintahkan kepada para kabid dan kasi kurikulum SD dan SMP di Diknas Palembang, untuk memperketat pengawasan kepada para guru untuk lebih bijaksana dalam menjalankan proses belajar-mengajar di tengah Pandemi. Dan tidak terlalu membebani para murid dengan pekerjaan rumah atau tugas sekolah di luar batas kemampuannya.

Hal itu dikatakan Kepala Disdik Kota Palembang, Ahmad Zulinto kepada Intens.news, Kamis (10/9/2020). Menurut Zulinto, dirinya pernah mendapat protes siswa SD dan SMP, karena ada sekolah yang memberikan PR melebihi kapasitas kemampuan para siswa tersebut.

“Sebagai contoh, ada sekolah yang memberikan tugas sama cucu saya. Sampai-sampai harus dikerjakan dua halaman buku. Inikan sudah berlebihan dan jangan di kerjakan tugas itu. Karena sudah membebani peserta didik,” tegas Zulinto.

Zulinto menjelaskan, dia memerintahkan Kabid dan kasi untuk mengawasi dan memberikan sosialisasi di sekolah – sekolah agar tetap memberikan tugas sewajarnya saja.

“Segera ditindaklanjuti dan diberikan sosialisasi.Sangat sederhana melakukan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam jaringan (daring). Guru cukup memberikan materi pelajaran selama 20 menit dalam bentuk video,dari hasil video tersebut guru memberikan soal kepeserta didik cukup 2 sampai 5 soal saja,” ungkap dia.

Selain itu, agar proses belajar-mengajar daring dapat tetap terlaksana dengan maksimal maka Disdik akan memberikan pelatihan kepada guru, hingga memahami dan dapat menggunakan tekhnologi tersebut secara tepat guna.

Verawati, salah seorang wali murid di salah satu SMP mengatakan, selaku wali murid dirinya merasa terbebani karena tugas yang diberikan terhadap anaknya sering kali terlalu berlebihan.

“Terkadang anak saya mendapat PR dari guru membuat ringkasan hingga 10 halaman buku. Anak saya ini masih SMP, gara-gara tugas dia jadi tidur larut malam. Karena batas waktu yang di berikanpun sangat singkat,” keluhnya.

Editor: Muhamad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More